Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Pemda Kabupaten Sarmi tahun 2019 mulai kembangkan generasi sepakbola, hal ini terwujud dengan adanya Klub asal Kabupaten Sarmi PERSIMI Sarmi yang terkenal dengan julukan “Badai Pantai Utara”, kembali mengikuti perhelatan akbar Liga 3 Indonesia untuk Regional Papua yang digelar di Jayapura.

Dalam gelaran Liga 3 Indonesia tahun 2019, PERSIMI Sarmi berada di Group B bersama Persitoli Tolikara, Persidafon Sentani, Emsyk, Persemi Mimika dan Dogiyai.

 Dari sejumlah persiapan yang dilakukan oleh Manajemen Persimi Sarmi guna keikutsertaannya dalam pentas kasta ke-3 Indonesia ini, pihak manajemen Persimi masih tentunya tak lepas dari kendala-kendala, diantaranya hingga H-1 jelang laga Persimi Sarmi pihak calon sponsor yang berada di Kabupaten Sarmi seperti beberapa Perseroan Terbatas (PT) dan Perbankan yang telah disurati manajemen hingga kini belum memberikan respon/jawaban positif terkait permohonan sponsor tersebut.

"Franz Wanewar (Bendahara Persimi) sangat mengharapkan mendapat tambahan sponsor sehingga dapat meringankan Persimi untuk mengarungi liga 3 Indonesia musim ini,".

Persimi masih menyediakan ruang untuk sponsor baru. Dan kami berharap pihak sponsor Persimi akan terus 'bertambah'. Kerjasama dengan sponsor masih terbuka lebar, dikarenakan hingga kini kami masih membutuhkan pendanaan tambahan sekitar 40-50% dari pihak sponsor. Tandas Franz.
selanjutnya

Tim sepak bola Persimi Sarmi akan menghangatkan perhelatan Liga 3 nasional Zona Papua pada bulan Agustus 2019 ini. Guna mengawali persiapannya, tim asal kota ombak ini melakukan uji sesi latihan di homebase Persimi Sarmi, lapangan merdeka..
Persimi Sarmi yang dilatih Irwan Alexander, dan dibantu oleh Yance Aronggear, Lukas Mandowen, Irvan Tan Webory, Yohanis Bibirene dan Stenly Tan sebagai Pelatih Penjaga Gawang kepada media persimi Irwan mengatakan, apa yang dilakukan ini untuk menggenjot fisik dan  juga memperkenalkan strategi -strategi  kepada pemain.

Irwan menambahkan, guna mematangkan persiapan, pihaknya masih perlu beberapa kali melakukan uji coba dalam pertandingan. yang akan dilakukan ketika Tim besutannya tiba di Jayapura..

“Kami harap, dengan upaya yang terus dilakukan bisa membuahkan hasil yang signifikan ke depan,” ujarnya.

Irwan  berpesan kepada pemain untuk selalu kompak, dan selama berada di Jayapura jaga nama baik Kabupaten Sarmi.

"Saya selalu ingatkan pemain, jangan membuat hal-hal yang dapat merugikan tim dan membuat malu nama daerah, kita di Jayapura mewakili seluruh masyarakat Sarmi," tukasnya.
selanjutnya

Persimi :: Bupati Sarmi, Drs. E. Fonataba,MM  menutup turnamen sepak bola dan Bola Volley KNPI Sarmi Cup I Tahun 2019  yang berlangsung dilapangan Acuari, Kampung Amsira, Minggu (11/08/2019).
Bupati Sarmi dalam sambutannya mengapresiasi pihak panitia pelaksana atas suksesnya pelaksanaan turnamen yang dilaksanakan, juga disampaikan dalam sambutannya bahwa pemerintah kedepan akan serius dalam pembinaan keolahragaan di Kabupaten Sarmi. guna menumbuhkembangkan bakat dan talenta Pemuda dalam bidang olahraga secara khusus sepakbola dan bola volley.
Dalam kesempatan itu juga Bupati Sarmi diberi kesempatan mencabut undian untuk penetapan tuan rumah gelaran tahunan Knpi Sarmi Cup 2020, dan ditetapkan Distrik Pantai Timur sebagai tuan rumah event bergengsi tersebut.
“Pelaksanaan turnamen ini hendaknya dapat menjadi momentum perekat nilai-nilai kebangsaan dan pengembangan talenta generasi muda Sarmi dibidang sepakbola dan volley serta juga cabang olahraga lainnya.
selanjutnya

JAYAPURA (PT) – Pemerintah Provinsi Papua akan membentuk badan khusus untuk mengurus cabang olahraga sepak bola dan atletik di Papua.
“Ya, Pak Gubernur sudah sampaikan di depan bapak Presiden Joko Widodo untuk menjadikan dua cabang olahraga tersebut sebagai cabang olahraga andalan putra-putri Papua ke depan,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Doren Wakerkwa, SH kepada wartawan usai membuka kompetisi liga berjenjang U-16 Piala Menpora 2019 di Stadion Mandala, akhir pekan kemarin.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua sudah membangun Stadion Papua terbaik kedua di Indonesia, maka harus ada satu badan khusus yang mengurus stadion itu.
Dengan demikian, lanjut Doren, badan yang akan dibentuk ini akan bertanggungjawab untuk mengurus sepak bola dan atletik di Papua.
Doren menambahkan, pembangunan Stadion Papua Bangkit  dengan biaya sebesar Rp 1,3 triliun, maka sepak bola Papua harus bangkit mulai dari usia dini.
“Dengan kegiatan piala Menpora tahun ini, ke depan kita akan gelar piala Gubernur Papua untuk semua kelompok umur, kita menggaungkan semangat olahraga dari Tanah Papua dan mewujudkan misi Gubernur yang menjadikan Papua sebagai provinsi sepakbola dan atletik,” ujarnya.
selanjutnya

Jayapura (ANTARA News) - Berbicara soal sepak bola sudah pasti semua pihak akan kagum dengan talenta pesepak bola dari Papua, timur Indonesia tanpa mengenyampingkan daerah lainnya di nusantara.
Setiap musim sudah pasti, ada pemain baru yang diorbitkan oleh klub-klub asal Papua baik di liga 1 hingga liga III atau dari sekolah sepak bola (SSB).
Dan yang paling banyak mengorbitkan pemain muda asal Papua adalah klub Persipura Jayapura, selain klub seperti Perseru Serui, Persiwa Wamena, dan Persewar Waropen.?
Sebut saja, beberapa nama pesepak bola yang sangat terkenal dalam 10 tahun terakhir, seperti Eduard Ivak Dalam, Boaz TE Solossa, Christian Warobay, Ian Louis Kabes, Imanuel Wanggai, Yohanes Ferdinando Pahabol dan sejumlah nama lainnya.
Ada juga pemain asal Papua yang terkenal dari klub liga, seperti Erol FX Iba, Eli Aiboy, Yanto Basna hingga Terens Puhiri yang terkenal bisa berlari seperti kijang.
Pemain sekelas Eduard Ivakdalam terkenal piawai mengatur ritme permainan Persipura Jayapura, bahkan dia disebut sebagai `jenderal lapangan tengah` tim asal Kota Jayapura dan Papua itu.
Boaz TE Solossa yang akrab disapa Boaz dengan nomor punggung 86 di timnya Persipura Jayapura dan mengenakan nomor punggung 7 di tim nasional. Boaz terkenal ketika jaman Piter White membesut timnas pada saat Piala Tiger 2004. Pemain kelahiran Sorong, Papua Barat itu bermain memukau dan dijuluki bayi ajaib.
Ian Louis Kabes, tidak setenar rekannya Boaz tetapi bisa bermain dalam berbagai posisi, baik pada sektor pertahanan, tengah dan penyerang. Dia dijuluki si `pemalu` oleh rekan-rekan wartawan di Jayapura, karena ketika akan di wawancara selalu menghindar.
Kabes sapaan akrabnya merupakan penyeimbang lini tengah Persipura usai masa keemasan Eduard Ivakdalam selesai. Dia biasa dibantu oleh Imanuel Wanggai yang terkenal sebagai "tukang angkut air" atau pemutus serangan lawan.
Lalu, dalam lima tahun terakhir, ada juga nama Lukas Mandowen, Ricky Kayame, Marinus Maryanto Manewar, Osvaldo Haay, dan terakhir Todd Rivaldo Ferre, si anak ajaib asal Sentani, Kabupaten Jayapura.
Todd bersinar dalam Piala AFF U-19 2018 dengan tiga golnya ke gawang timnas Qatar, meski pada akhirnya harus mengakui keunggulan tim lawan.
Sejumlah nama-nama tersebut, merupakan mutiara asal Papua yang bersinar di kancah nasional hingga Asia. Bahkan pemain sekelas Boaz sempat ditawari oleh klub asal Belanda.
"Mereka semua ini tidak lepas dari pembinaan sepak bola yang dilakukan di Papua," kata Cris Leo Yarangga, legenda Persipura Jayapura yang terkenal dengan tendangan "geledek"nya.
selanjutnya

Seleksi Persimi Sarmi " Badai Pantai Utara" 2019 yang digelar di Lapangan Merdeka Sarmi, resmi berakhir, Rabu (24/07/2019) sore WIT. Sejumlah pemain terbaik telah terpilih dalam seleksi tersebut
Ketua tim talent scout, Obeth Cawer, menilai para pemain yang terpilih ini merupakan yang terbaik karena mampu menunjukkan teknik dasar sepak bola. Obeth berharap, para pemain yang lolos lebih bisa membuktikan kemampuannya pada fase Penyisihan group di Liga 3 Indonesia.
"Penilaian kami tim talent scouting adalah pada teknik dasar sepak bola yakni menggiring, mengoper, menembak, dan mengendalikan bola. Sebab itu merupakan dasar bermain bola," kata Obeth.
"Namun, penilaian itu saja tidak cukup. Pemain-pemain yang terpilih ini juga memiliki visi bermain. Dia tahu mau menggiring bola ke mana dan dalam 12 menit bermain saja sudah terlihat," ujar Obeth.
Sementara itu, Obeth berpesan kepada para pemain yang belum berhasil untuk tidak patah arang. Obeth menilai kegagalan ini bisa menjadi pembuktian diri untuk meraih kesuksesan di ajang lainnya.
"Buat yang belum berhasil, saya sarankan untuk terus berlatih dan jadikan ini untuk membuktikan diri. Jangan patah semangat karena banyak pemain sepak bola top dunia juga awal kariernya mengalami kegagalan," tegas Obeth.
Buat pemain yang lolos Selamat bergabung di Camp Badai Pantai Utara, untuk selanjutnya mengarungi laju persaingan di Liga 3 Indonesia, selalu menjaga diri dan stamina/kesehatan, sehingga tetap dalam kondisi fit, menjaga nama baik Persimi Sarmi dalam dan luar daerah.
selanjutnya